BELAJAR YUK
Sebagai mahasiswa bahasa khususnya pendidikan bahasa arab saya
merasa sedih ketika melihat realita di lapangan masih bermunculan stigma bahwa bahasa
arab itu sulit atau ada yang lain ngapain belajar bahasa arab, zaman
sekarang lebih penting itu belajar bahasa inggris. Lihat saja hampir semua
teknologi menggunakan bahasa inggris, pekerjaan saja kadang ada yang mewajibkan
untuk mahir bahasa inggris secara tulis atau lisan. Rasanya telinga saya
terasa gatal atau mata saya terasa buram ketika menemukan ungkapan tersebut. (Okey
setidaknya di blog saya ini ingin menulis kan pemikiran pemikiran saya selama
ini mengenai pendidikan bahasa arab :D ). Ini menjadi tugas kami para mahasiswa
pendidikan bahasa arab “bagaimana caranya agar bahasa arab bisa dengan mudah
dipelajari seperti bahasa asing lainnya atau bagaimana caranya meningkatkan
minat belajar bahasa arab siswa yang secara notabene kita sebagai umat islam
yang selalu mengucapkan kalimat berbahasa arab dalam keseharian kita. Bacaan
sholat, Do’a sehari-hari, Al-Qur’an dan yang lainnya. Semua umat muslim atau
non saya yakin pasti 100% tahu apa itu bahasa arab :D , jadi saya tak perlu kan
menjelaskan apa itu bahasa arab.
Sebelum berlanjut ke masalah
pembelajaran bahasa arab saya akan menjelaskan apa itu belajar? Nah mendengar
kata belajar pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita kan, sejak kecil orang
tua kita pasti bilang “jangan lupa belajar ya nak” atau di dalam raport ketika
kenaikan kelas pasti ada catatan dan salah satunya “jangan lupa belajar”. (tapi
kalau kata dilan, jangan lupa ingatan. :D gak nyambung :p ). Belajar merupakan
perubahan sikap, tindakan dan perilaku yang permanen sesuai dengan hasil
pengalaman dan pengamatan peserta didik. Matlin
berpendapat bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku yang relatif
permanen sebagai hasil dari pengalaman. Selanjutnya dalam konteks sekolah,
belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman siswa sendiri
dalam interaksi dengan lingkungannya (Akbar & Hawadi, 2004). Belajar pada
hakikatnya ialah kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang
menghasilkan perubahan tingkah laku pada dirinya sendiri baik dalam pengetahuan
dan keterampilan baru maupun dalam bentuk sikap dan nilai yang positif atau
bisa juga dengan bentuk hasil belajar berupa karya tulis atau lainnya. Jadi
bahasa gampangnya belajar itu berubah ke arah lebih baik. Dari sebelumnya yang
tidak tahu 2+2 berapa tapi setelah belajar jadi tahu jika 2+2 itu 4.
firman Allah dalam
QS.AL-MUJADILAH(58):11
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ
يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا
تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١
11. Hai orang-orang
beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam
majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan”
Dalam
ayat tersebut dikatakan “orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat” orang yang diberi ilmu pengetahuan akan diangkat beberapa derajat.
Bagaimana caranya? Ya belajar atuh. Keren kan? Belajar udah bikin pintar ,
nambah derajat dari allah. Gimana ? udah ada motivasi, minat buat belajar
apalagi belajar bahasa arab kan?.
(lanjut
ke part 2 ) J
Salam
semangat,
Fika
BELAJAR YUK
Reviewed by allughah
on
05.59
Rating: 5
