Makna Lebaran
Lebaran adalah suatu momen yang paling ditunggu umat muslim dimanapun berada, bisa di katakan lebaran adalah hadiah setelah sebulan menjalani ibadah puasa. Banyak yang mengidentikan lebaran dengan kumpul keluarga, makan ketupat dan opor ayam, juga tidak lupa menyalakan kembang api di malam hari. Semua itu adalah budaya yaa bukan syariat agama J .
(https://id.pinterest.com/pin/3307399716755142/)Sedari kecil kita juga dibiasakan dengan memakai baju baru dan
mendapat uang dari sanak kerabat. Dan ada satu hal lagi yaitu kumpul keluarga,
dimanapun saudara berada biasanya akan pulang ke satu rumah dan menghabiskan
waktu bersama. Menukar waktu yang tlah hilang tanpa keluarga besar dengan satu,
dua, atau lebih bersama. Namun, di masa sekarang yang sedang ada virus covid
membatasi perjalanan keluar masuk kota rasanya makna lebaran menjadi kurang.
Suatu hari pernah ada stori WA teman yang menuliskan caption “mudik
bisa di undur tapi umur orang tua tidak ada yang tahu”. Memang bisa di benarkan
tapi bisa disalahkan, tergantung kamu mau melihat dari sudut pandang yang mana.
Saya pun tidak mau mendebat tentan hal itu, namun yang menjadi sorotan saya
adalah lebaran yang dimaknai kumpul keluarga. Lalu bagaimana mereka yang setiap
tahun tidak bisa kumpul dengan keluarga atau bahkan memang tidak memiliki
keluarga
Lebaran adalah momen bahagia karena telah melewati ibadah puasa
selama satu bulan selain ibadah puasa juga kita melaksanakan ibadah lainnya
(biasanya kadang dilakukan diluar bulan puasa) seperti sholat malam,
bersedekah, dan sebagainya. Membeli baju baru, masak makanan enak bisa
dikatakan sebagai self reward.
Makna lebaran sebenarnya harusnya dimaknai seperti apa si?
Selain memakai baju baru dan makan makanan enak sebenarnya ada yang
lebih utama dalam menjalani hari lebaran. Menjalani dengan kesedehanaan tidak
berlebihan adalah lebih utama. Tetap memertahankan amalan baik yag telah
dilakukan selama bulan puasa juga perlu di perhatikan. Karena merawat lebih
sulit ketimbang memulai, menjalani ibadh dengan istiqomah memang sulit. Tapi karena
kita sudah membiasakan membaca qur’an setiap hari selama bulan puasa (misal)
bisa dilanjutkan pasca bulan puasa, juga ibadah lainnya.
Dan berbicara masih di masa covid ini setidaknya tidak mengurangi
makna lebaran yang bersifat positif seperti silaturahmi ke sanak saudara. Di zaman
serba canggih seperti sekarang kita bisa memanfaatkan media sosial seperti
video call grup whatsapp misal, atau yang lainnya. Bulan puasa memang sudah
lewat namun semangat menjalani ibadah seyogyanya masih ada. Bulan puasa selama
satu bulan ini setidaknya bisa dianggap sebagai diklat singkat. apakah kita
bisa mempraktikan teori selama satu bulan itu di 11 bulan setelahnya atau
tidak.
Selamat hari raya Idul Fitri J



Tidak ada komentar: